Pengunjung, sejak

01 Desember 2014

 

pageview:

Free Counter

 

 

Unique Visitors:

Free Counter

 




Pemanfaatan

Lokakarya Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Sumba Timur

 

 

 

Sumba Timur merupakan salah satu kabupaten di Propinsi NTT yang berada di Pulau Sumba.  Secara geografis Kabupaten Sumba Timur berada pada posisi yang sangat strategis karena dekat dengan beberapa tujuan utama pariwisata nasional, yaitu Pulau Bali dan Lombok serta tujuan wisata nasional yang sedang berkembang di NTT yaitu Taman Nasional Komodo dan Danau Tiga Warna di Taman Nasional Kelimutu.

Kondisi ini seharusnya bisa mendorong Kabupaten Sumba Timur untuk ikut berpartisipasi dan mengambil sisi positif kemajuan pariwisata alam nasional. Kekayaan budaya dan peninggalan sejarah tentunya masih bisa diandalkan untuk menarik wisatawan. Apalagi ditunjang di Pulau Sumba terdapat kawasan alamiah yang sampai saat ini belum dikembangkan tujuan wisata alam penting yaitu kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti (TNLW) dan Taman Nasional Manupeu Tanadaru.

Balai TNLW sebagai pengelola kawasan konservasi memiliki fungsi antara lain sebagai tempat pemanfaatan rekreasi wisata alam. Sebagai langkah awal dalam pengembangan pariwata alam dalam konsep ekowisata khususnya di Kabupaten Sumba Timur, Balai TNLW menggagas adanya konsep tujuan wisata dalam skala tingkat Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan lokakarya ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pembangunan pariwisata alam khususnya dalam lingkup Kabupaten Sumba Timur. Mengingat di Propinsi NTT sudah ada tujuan wisata nasional, maka pengembangan wisata alam di Kabupaten Sumba Timur ini mengambil tema “Menuju Destinasi Unggulan Wisata Alam yang Kompetitif di Nusa Tenggara Timur”.

Kegiatan Lokakarya Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Sumba Timur diselenggarakan pada tanggal 06 Juli 2011 di Aula Kantor Balai TNLW. Dalam lokakarya ini diundang beberapa narasumber yaitu praktisi wisata dari Indonesia Ecotourism Network (Indecon), Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung (PJLKKHL), Bupati Sumba Timur serta dari Balai TNLW sendiri. Sedangkan peserta lokakarya diundang dari unsur Pemda Sumba Timur (UPTD), LSM Lokal, Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia, Kecamatan dan Pemerintah Desa.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbiliyora, M.Si disertai dengan kegiatan penanaman pohon di halaman Kantor Balai TNLW. Dalam sambutannya Bupati Sumba Timur menyatakan bahwa Kabupaten Sumba Timur menjadi kabupaten terluas untuk saat ini di provinsi NTT, tentu saja itu merupakan potensi dalam hal pengelolaan pembangunan di Sumba Timur. Luas administrasi tersebut didukung dengan banyaknya potensi wisata seperti pantai, perbukitan, adat istiadat, budaya dan air terjun serta keberadaan TNLW yang perlu dimanfaatkan sebagai aset untuk menarik wisatawan ke Sumba Timur.

Dalam lokakarya ini dihasilkan beberapa rumusan oleh para peserta yaitu sebanyak 8 (delapan) rumusan yang merupakan rekomendasi dalam upaya pengembangan pariwisata alam di Sumba Timur. Point-point rumusan tersebut antara lain :

  1. Pengembangan ekowisata di Sumba Timur dilaksanakan sebagai langkah awal pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dengan jalan melakukan penataan objek, mengetahui pasar dan tuntutan wisatawan yang berbeda-beda serta koordinasi antara Pemerintah Daerah, Balai Taman Nasional, NGO, Pihak swasta dan masyarakat;
  2. Lokakarya ekowisata ini perlu ditindaklanjuti dengan mengembangkan suatu forum yang melibatkan 4 (empat) kabupaten dan 2 (dua) Taman Nasional yang berada di Sumba dengan fokus pengembangan pariwisata alam dan budaya;
  3. Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan perhatian dalam upaya untuk menggali potensi-potensi wisata yang ada di daerah serta meningkatkan sarana dan prasarana lainnya terutama yang menyangkut objek-objek wisata andalan;
  4. Peran dominan masyarakat sebagai ujung tombak dalam pengembangan pariwisata  harus menjadi prioritas dalam mengembangkan pariwisata di Sumba Timur dengan berbagai instansi terkait yang memiliki pembagian peran yang jelas;
  5. Perlu adanya pembinaan kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan ekowisata terutama masyarakat yang berada di daerah penyangga Taman Nasional;
  6. Balai TNLW perlu meningkatkan sosialisasi terhadap bentuk-bentuk pemanfaatan yang diperkenankan dilakukan dalam kawasan Taman Nasional dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekowisata;
  7. Perlu adanya studi Bio-ekologi flora dan fauna di TNLW untuk mendukung pengembangan pariwisata di Sumba Timur;
  8. Perlunya merintis pembentukan Badan Pusat Promosi Wisata Daerah termasuk didalamnya pembentukan pusat informasi pariwisata/ Tourist Information Center (TIC).

 

Rumusan tersebut merupakan rekomendasi kepada pemerintah daerah setempat sebagai usaha meningkatkan peluang pemanfaatan potensi yang ada di Kabupaten Sumba Timur. Sehingga diharapkan kegiatan lokakarya ini  dalam menggerakan dan mengembangkan sektor kepariwisataan yang lebih maju dan dapat memberdayakan usaha ekonomi masyarakat setempat. 

 

Silvia Lucyanti, S.Hut (Pengendali Ekosistem Hutan TNLW)