Pengunjung, sejak

01 Desember 2014

 

pageview:

Free Counter

 

 

Unique Visitors:

Free Counter

 




Menuju Pengelolaan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti Berbasis Resort

Berdasarkan amanat Undang-Undang No 5 tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No 68 tahun 1998 bahwa tujuan pengelolaan kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti adalah mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Pengelolaan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dilakukan berdasarkan tiga fungsi yaitu sebagai wilayah perlindungan sistem penyangga kehidupan; sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan atau satwa beserta ekosistemnya serta untuk pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 
Kompleksitas masalah yang terjadi antara lain misalnya perambahan hutan, penebangan ilegal dan masalah sosial merupakan persoalan yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan secara tuntas. Diperkirakan salah satu penyebabnya adalah sulitnya mengakomodir pengelolaan secara kontinyu di wilayah tertentu (terisolir) pada tingkat Balai maupun di tingkat Seksi Pengelolaan Taman Nasional. Selain itu tenaga yang ada belum mencukupi untuk pengelolaan khususnya dalam hal perlindungan kawasan dari ancaman dan gangguan.
 
Resort Pengelolaan Taman Nasional merupakan unit terkecil dalam struktur pengelolaan Taman Nasional. Berdasarkan P.03/Menhut-II/2007 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional Pasal 31 menyatakan bahwa untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan wilayah pada Balai Taman Nasional dapat ditetapkan Resort Pengelolaan Taman Nasional yang merupakan jabatan non struktural dengan keputusan Kepala Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional. Sehubungan dengan hal tersebut perlu perumusan/konsep pengelolaan yang berbasis resort untuk menunjang pengelolaan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti sehingga visi dan misi yang telah ditetapkan dapat terwujud.
Balai Taman Nasional dalam pengelolaan dapat membentuk resort untuk membantu efektifitas pengelolaannya. Hal tersebut juga didasarkan pada P.03/Menhut-II/2007 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional Pasal 31, Untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan wilayah pada Balai Taman Nasional dapat ditetapkan Resort Pengelolaan Taman Nasional yang merupakan jabatan non struktural dengan keputusan Kepala Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional.
Unit pengelolaan Taman Nasional tingkat resort merupakan unit terkecil dibawah Seksi Pengelolaan Taman Nasional sehingga semua tugas dan kewajiban yang dilakukan pada tingkat resort harus bisa dipertanggung jawabkan kepada Seksi Pengelolaan Taman Nasional sebagai atasan langsung pada hierarki organisasi. Kemudian dari tingkat Seksi Pengelolaan Taman Nasional dipertanggung jawabkan kembali pada tingkat Balai Taman Nasional sebagai puncak tertinggi dalam hierarki organisasi.
Keadaan terakhir pada bulan Maret 2011 pengelolaan Taman nasional Laiwangi Wanggameti di tingkat resort adalah sebagai berikut :
  1. Resort Nangga
    Merupakan unit pengelolaan terkecil pada Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dimana tugas dan tanggung jawabnya adalah kepada Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II. Lokasi kantor berada di desa Nggongi, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur.
  2. Resort Katikutana
    Merupakan unit pengelolaan terkecil pada Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dimana tugas dan tanggung jawabnya adalah kepada Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II. Resort Katikutana masih dalam proses pra kondisi sedangkan lokasi kantor direncanakan berada di desa Katikutana, Kecamatan Tanarara, Kabupaten Sumba Timur.
  3. Resort Tawui
    Merupakan unit pengelolaan terkecil pada Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dimana tugas dan tanggung jawabnya adalah kepada Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I. Lokasi kantor berada di desa Tawui, Kecamatan Pinupahar, Kabupaten Sumba Timur.
  4. Resort Praingkareha
    Merupakan unit pengelolaan terkecil pada Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dimana tugas dan tanggung jawabnya adalah kepada Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II. Resort Praingkareha masih dalam proses pra kondisi sedangkan lokasi kantor direncanakan berada di desa Praingkareha, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur.
Permasalahan yang ada di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti sering kali terjadi di wilayah-wilayah yang berada jauh didalam yang sulit untuk dijangkau akibat akses jalan yang sulit. Permasalahan yang terjadi umumnya adalah pencurian kayu, perambahan serta penggembalaan ternak yang masuk ke dalam kawasan hutan Taman Nasional. Upaya yang telah dilakukan untuk mencegah dan mengatasi permasalahan tersebut terkendala oleh minimnya informasi yang diperoleh serta diperkirakan kurangnya kegiatan patroli rutin untuk perlindungan dan pengamanan kawasan hutan. Kegiatan yang dilakukan selain upaya untuk perlindungan dan pengamanan hutan adalah pengawetan dan pelestarian sumberdaya hutan melalui kegiatan diantaranya adalah inventarisasi flora, inventarisasi fauna, pembinaan habitat flora, pembianaan fauna serta kegiatan lain yang berkaitan dengan pengawetan sumberdaya hutan. Sedangkan pengelolaan yang berhubungan dengan pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam dilakukan melalui kegiatan promosi, pembentukan kelompok pecinta alam, perlombaan melukis, sosialisasi pemanfaatan jasa lingkungan alam dan lain sebagainya.
Kegiatan pengelolaan kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti selama ini difokuskan pada tingkat Balai yang selanjutnya di diarahkan pada tingkat Seksi Pengelolaan Taman Nasional dengan mengakomodir seluruh kegiatan yang berhubungan dengan perlindungan dan keamanan hutan, pengawetan dan pemanfaatn jasa lingkungan dan wisata alam. Resort sebagai unit terkecil berada di bawah Seksi Pengelolaan Taman Nasional, sehingga wajib bertanggung jawab atas segala tugas yang dibebankan oleh Seksi Pengelolaan Taman Nasional. Dalam hal pelaksanaan pengelolaan oleh Seksi Pengelolaan Taman Nasional, tingkat resort dipandang sangat perlu untuk menunjang pelaksanaan pengelolaan tersebut dikarenakan resort merupakan garda terdepan di dalam pengelolaan taman nasional yang paling sering berhubungan langsung dengan kawasan hutan serta dengan masyarakat didalam/sekitar kawasan hutan.
Sistem pengelolaan taman nasional yang mantab adalah sistem pengelolaan yang didukung dan melibatkan semua unsur baik dari internal organisasi maupun unsur yang berasal dari luar organisasi, yaitu Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga lain dan stake houlder yang terkait dengan pengelolaannya tersebut. Tujuan pengelolaan taman nasional sebagai kawasan pelestarian alam adalah mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan (Departemen Kehutanan, 1998). Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan taman nasional menurut (Ja Posman Napitu, 2007) antara lain :
  1. Ekonomi, dapat dikembangkan sebagai kawasan yang mempunyai nilai ekonomis, sebagai contoh potensi terumbu karang merupakan sumber yang memiliki produktivitas dan keanekaragaman yang tinggi sehingga membantu meningkatkan pendapatan bagi nelayan, penduduk pesisir bahkan devisa negara.
  2. Ekologi, dapat menjaga keseimbangan kehidupan baik biotik maupun abiotik di daratan maupun perairan.
  3. Estetika, memiliki keindahan sebagai obyek wisata alam yang dikembangkan sebagai usaha pariwisata alam / bahari.
  4. Pendidikan dan Penelitian, merupakan obyek dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan penelitian.
  5. Jaminan Masa Depan, keanekaragaman sumber daya alam kawasan konservasi baik di darat maupun di perairan memiliki jaminan untuk dimanfaatkan secara batasan bagi kehidupan yang lebih baik untuk generasi kini dan yang akan datang.
Dalam pelaksanaan pengelolaan taman nasional terkadang menemui kendala baik di tingkat Balai maupun pada tingkat Seksi Pengelolaan Taman Nasional. Resort sebagai unit terkecil yang berada di bawah Seksi Pengelolaan Taman Nasional dipandang sangat perlu untuk membantu pengelolaan kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti sehingga visi dan misi yang yang telah ditetapkan dapat terwujud secara optimal.
Dari uraian konsep yang telah dijelaskan diatas merupakan salah satu langkah awal dalam rangka pengelolaan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti yang berbasis resort. Motivasi, supervisi, pendampingan dan dukungan anggaran dari tingkat Balai dan Seksi Pengelolaan Taman Nasional sangat diperlukan agar pelaksanaan pengelolaan di tingkat resort dapat berjalan dengan lancer sehingga out put yang dihasilkan maksimal dan tentunya visi dan misi Balai Taman Nasional Laiwangi Wanggameti yang telah ditetapkan dapat terwujud.